
29 September 2026
Oleh : Amru Siregar,SH –
Sebagai Ketua Pembina Yayasan Binar Bersama Hirasma, saya perlu meluruskan. Ada dua kekeliruan besar di sana: salah paham makna Sublim, dan salah paham tentang Indonesia.
- Apa Itu Sublim?
Menurut KBBI, sublim artinya menampakkan keindahan dalam bentuknya yang tertinggi; amat indah; mulia; utama.
Dalam filsafat estetika yang sering dibahas Rocky Gerung, Sublim dari Latin sublimis adalah sifat kebesaran, baik fisik, moral, intelektual, metafisik, estetis, spiritual, maupun seni. Istilah ini merujuk pada kebesaran yang melampaui segala kemungkinan perhitungan, pengukuran, atau peniruan. Sejak pertama kali diterapkan dalam bidang retorika dan drama di Yunani kuno, konsep ini menjadi penting.
Akun anonim itu benar menyebut kata tersublim, tapi dia berhenti hanya di retorika. Padahal sublim yang sesungguhnya harus naik ke level fisik, moral, dan spiritual.

Ketua Yayasan Binar Bersama Hirasma, saat menandatangani Kontrak Kerja sama dengan Petani Hidroponik
NPI tidak berhenti di retorika. Kami mewujudkan sublim itu secara fisik dan moral:
BUKTI FISIK & MORAL YANG SUBLIM:
- SPPG Hamparan Perak Kota Datar 1 (TVRI 5 Mei 2026): Dapur sesuai SOP BGN. Kepala SPPG Purnama Dirmansyah menjaga higienitas paling penting. Ahli gizi pantau sebelum dan sesudah olahan. Kepala SDN 104189 Kota Datar, Edy Susianto, http://S.Pd bersaksi MBG berdampak positif dan siswa bisa menabung uang jajan.
- SPPG Karang Berombak Satu x Hidroponik Sei Mencirim (TVRI 17 April 2026): Bendahara Yayasan Binar Bersama Hirasma selaku pengelola SPPG Karang Berombak Melva Sibarani memborong bayam organik dari petani hidroponik Pak Oki Desa Sei Mencirim untuk menu 3B (Balita, Ibu Hamil, Menyusui). Ahli Gizi Irna http://S.Gz memastikan sanitasi dan gizi terjaga.
- SPPG Sabungan Labusel (TVRI 8 Mei 2026): 2.274 porsi per hari } untuk 8 sekolah. Kontrak langsung dengan pabrik tahu Desa Sabungan, petani cabai merah, peternak sapi Rubit Andrianto (2 ekor/minggu, sudah 14 ekor), budidaya pisang dan ikan nila. Ekonomi lokal naik.
Jika retorika adalah uap yang tidak terlihat, kami Nalar Publik Indonesia adalah es yang padat, nyata, bisa dimakan. Itulah sublim – perubahan dari kata menjadi ribuan piring yang tersaji di meja anak – anak sekolah dalam Program MBG
- Indonesia Bukan Sosialis, Bukan Kapitalis. Indonesia adalah Pancasila.
Kekeliruan kedua akun anonim itu adalah masih membagi dunia menjadi dua kotak: sosialis atau kapitalis. Setiap narasi pro-rakyat dicurigai tersublim kapitalis. Itu cara berpikir Perang Dingin yang sudah usang.
Indonesia tidak pernah memilih keduanya. Kita punya pondasi sendiri untuk membentuk karakter bangsa: yaitu PANCASILA.
Aplikasi Pancasila itu ada di Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.
Pasal 33: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. Bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Itu bukan sosialis yang menghapus hak milik, bukan kapitalis yang menyerahkan semua ke korporasi.
Pasal 34: Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Ketika kami kontrak petani lokal, peternak lokal, pabrik tahu lokal, dan uang berputar di desa, itu bukan kapitalis. Itu Ekonomi Pancasila. Ketika anak – anak sekolah makan bergizi gratis, itu Pasal 34 yang hidup.
Jadi untuk menjawab pertanyaan akun anonim: Apakah NPI sosialis atau kapitalis? Jawabannya: NPI bukan keduanya. NPI adalah Pancasila yang bekerja.
Kerja yang sublim: amat indah, mulia, utama. Mulia karena untuk rakyat, utama karena untuk anak bangsa.
Kerja yang tidak akan pernah dipahami oleh akun yang bersembunyi di balik topeng anonim, yang hanya bisa mencatut video orang lain.
Kami Tag Kepala BGN Bapak Sudaryono sebagai bentuk pertanggung jawaban bahwa SPPG binaan kami di kota medan di Deli Serdang dan Labusel telah sesuai SOP.
alam estetika, sublim adalah kebesaran yang melampaui perhitungan – fisik, moral, intelektual, spiritual. Konsep ini lahir dari retorika Yunani kuno. Inilah yang sering dipakai Rocky Gerung. Namun ironis, akun anonim yang mencatut video Rocky Gerung tentang Kabinet Bayangan itu justru tidak paham makna sublim yang sesungguhnya…
Jika sublim adalah tinggi, mulia, dan agung, maka kerja Yayasan Binar Bersama Hirasma di 3 SPPG ( Kota Datar, Karang Berombak, Sabungan Labusel ) yang memberi makan ribuan anak setiap hari dengan bahan dari petani lokal itulah yang sublim. Sementara menuduh dari balik akun anonim tanpa pernah turun ke dapur MBG, itulah retorika kosong..
KESIMPULAN:
Jika kapitalis itu impor, kami justru kontrak petani lokal. Jika retorika itu hanya ngomong kabinet bayangan di studio, kami sudah ada 3 dapur SPPG, 3 liputan TVRI resmi, dan ribuan piring MBG setiap hari sampai ke mulut anak SD 104189 Kota Datar.
Tuduhan akun anonim dengan ini TERBANTAHKAN.
Amru Siregar
Yayasan Binar Bersama Hirasma
Tinggalkan Balasan