NPINALAR PUBLIK
INDONESIA
TERPOPULERHUKUMPOLITIKEKONOMINASIONALPERISTIWATAJUKOPINI

Analisis Amru Siregar : BI Tahan Bunga 5,75% Lawan The Fed – Panda Bonds Purbaya Jadi Tameng Ekonomi Prabowo

IHSG rebound 6374 Bank Indonesia vs Federal Reserve Panda Bonds 2,3 persen jadi tameng ekonomi

Ilustrasi Gedung Bank Indonesia dan Federal Reserve AS. Keputusan BI menahan BI Rate 5,75% yang berbeda arah dengan The Fed, serta manuver Panda Bonds 2,3% yang digagas Purbaya Yudhi Sadewa menjadi penentu IHSG rebound ke level 6.374. | Grafis: Nalar Publik Indonesia

24 September 2026 – IHSG rebound

oleh [ Amru Siregar, SH ]

jakarta, BI Berani Beda Arah dengan The Fed, IHSG Rebound: Manuver Panda Bonds Purbaya Jadi Tameng Prabowo Menjadi Penentu Situasi Ekonomi Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rebound 1,56% ke level 6.374,91 pada Rabu (23/9/2026), setelah sehari sebelumnya anjlok 1,69% ke 6.277. Rupiah pun ikut menguat 0,41% ke Rp 17.800 per Dolar AS.

Pemicunya satu: Bank Indonesia (BI) berani menahan BI Rate di level 5,75%, berbeda arah dengan Bank Sentral AS, The Fed, yang justru menaikkan bunga menjadi 3,75%-4%.

Keputusan berani BI ini tidak berdiri sendiri. Di belakangnya ada manuver besar yang digagas Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa, dan kini menjadi penentu situasi ekonomi Indonesia: Panda Bonds.

Washington Pecah, Jakarta Tertekan

Pada 16 September 2026, The Fed di bawah Ketua baru Kevin Warsh menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75%-4%. Alasannya, inflasi AS masih 3,4%, jauh di atas target 2%. Bahkan 16 dari 18 pejabat The Fed memproyeksikan masih ada satu kenaikan lagi menjadi 4,1% di akhir tahun.

Keputusan ini memecah Washington. Presiden Trump yang ingin bunga 1% mengkritik keras, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent pasang badan membela Warsh.

Akibatnya, yield obligasi AS 10 tahun bertahan di 4,96% mendekati 5%. Dana asing ditarik dari Indonesia. Pada 22 September, investor asing net sell Rp 671,6 miliar, melepas BBRI, BBCA, BMRI. IHSG anjlok 107 poin.

Data OJK lebih mengkhawatirkan: ada Rp 2.548 triliun plafon kredit yang sudah disetujui bank tapi enggan ditarik debitur. Pengusaha takut ekspansi karena bunga mahal.

Manuver Panda Bonds Purbaya: Jurus Gertak 2,3%

Di tengah dilema itu, BI pada 22-23 September memutuskan tahan BI Rate di 5,75%. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan, spread 1,75% dengan The Fed masih cukup lebar untuk menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi 2,5% ±1%.

Namun menahan bunga saja tidak cukup. Dibutuhkan tameng fiskal.

Tameng itu bernama Panda Bonds. Obligasi berdenominasi Yuan China dengan bunga hanya 2,3%, jauh lebih murah dari bunga Dolar AS yang hampir 5%. Target awal US$ 1 miliar.

Ini manuver yang digagas Purbaya Yudhi Sadewa. Lebih dari sekadar cari utang murah, Purbaya menggunakannya sebagai jurus gertak ke Wall Street.

“Kalau lo gak mau yang lain ada yang mau, hubungannya lebih murah lagi. Itu cara negosiasi kita begitu,” kata Purbaya.

Strategi “tukar lapak” ini adalah upaya melepas jebakan Dolar.

Jurus 2,3 persen dilanjutkan Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara Panda Bonds Yuan Dollar

Transisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. Jurus Panda Bonds bunga 2,3% berdenominasi Yuan yang digagas Purbaya sebagai tameng ekonomi dilanjutkan Suahasil untuk menjaga APBN tetap kredibel. | Grafis: Nalar Publik Indonesia

Apakah Menkeu Baru Suahasil Nazara Sepakat?

Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru menggantikan Purbaya melalui Keppres 97P Tahun 2026.

Purbaya dicopot bukan karena Panda Bonds salah, tapi karena isu koordinasi internal dan gaya komunikasi “koboi”.

Suahasil dalam serah terima jabatan 15 September menegaskan akan melanjutkan. “Pak Purbaya selesaikan tanggung jawab besar dengan baik,” kata Suahasil.

Suahasil yang merupakan Wamenkeu sejak 2019 dan Guru Besar FEB UI, kini bertugas melanjutkan strategi itu dengan gaya teknokrat dan menjaga APBN kredibel defisit di bawah 3%. APBN Agustus defisit 0,93% (Rp 240,1 triliun) menjadi modal kuat.

Bukti strategi Purbaya tepat tervalidasi hari ini: karena punya alternatif 2,3%, BI berani tahan bunga 5,75%, IHSG rebound dan Rupiah menguat.

Kesinambungannya jelas: Purbaya buka pintu ke Beijing, Suahasil jaga agar pintu itu tetap terbuka.

Catatan Redaksi:

Pergantian Purbaya ke Suahasil bukan soal siapa yang lebih hebat, tapi soal gaya. Purbaya dengan gaya koboi-nya berhasil membuka pintu yang selama puluhan tahun tertutup: bahwa utang tidak harus selalu dalam Dolar AS. Bunga 2,3% dari Panda Bonds adalah fakta, bukan gertak sambal. Tugas Suahasil kini lebih berat: membuktikan bahwa pintu yang sudah dibuka Purbaya itu tidak hanya untuk gertak, tapi benar-benar bisa menjadi tameng ekonomi nasional. Jika BI berani beda arah dengan The Fed hari ini dan IHSG rebound, itu karena ada keberanian di fiskal untuk mencari alternatif. Kita di Nalar Publik akan terus mengawal: apakah manuver ini benar-benar untuk menurunkan bunga KUR rakyat, atau hanya untuk memindahkan ketergantungan dari Washington ke Beijing? Itu penentunya.

Editor : Tim Nalar Publik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *