NPINALAR PUBLIK
INDONESIA
TERPOPULERHUKUMPOLITIKEKONOMINASIONALPERISTIWATAJUKOPINI

Pancasila Ideologi Negara Meluruskan Makna Sublim Nalar Publik Indonesia tidak Terjebak Retorika

Ketua Pembina Yayasan Binar Bersama Hirasma, Founder Nalar Publik Indonesia NPI,  Ketua Jaringan Nasional  Aktivis  98                             [ JARNAS 98  ]  Sumatera Utara , Amru Siregar,SH Saat Panen Sayuran Pakcoy Hidroponik untuk Program MBG

Ketua Pembina Yayasan Binar Bersama Hirasma, Founder Nalar Publik Indonesia NPI, Ketua Jaringan Nasional Aktivis 98 [ JARNAS 98 ] Sumatera Utara , Amru Siregar,SH Saat Panen Sayuran Pakcoy Hidroponik untuk Program MBG

29 September 2026

oleh : Amru Siregar, SH –

Nalar publik Indonesia terjebak pada seni retorika. Narasi yang terlihat berpihak pada rakyat, bisa saja membawa kepentingan kelompok modal. Arus informasi bukan hanya diproduksi oleh negara tapi juga oleh kelompok elite. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola informasi itu, apakah sebuah narasi betul berpihak pada masyarakat bawah atau hanya bagian dari adu narasi politik. penting jika kita menyadari narasi itu sosialis atau kapitalis, Sumber caption: akun anonim rakyat demokrsi

Sebagai Ketua Pembina Yayasan Binar Bersama Hiras a,dan Founder Nalar Publik Indonesia saya perlu meluruskan. Ada dua kekeliruan besar di unggahan akun anonim tersebut, yaitu salah paham makna Sublim dan salah paham tentang Indonesia.

tanpa ada bukti nyata kerja di lapangan itu namanya Retorika . Kapitalis itu kalau mengambil untung untuk korporasi besar dan impor bahan pangan.

1. Apa Itu Sublim Menurut KBBI ?

sublim artinya menampakkan keindahan dalam bentuknya yang tertinggi, amat indah, mulia, utama .Dalam filsafat estetika yang sering dibahas Rocky Gerung, sublim adalah sifat kebesaran, baik fisik, moral, intelektual, metafisik, estetis, spiritual maupun seni. Istilah ini merujuk pada kebesaran yang melampaui segala kemungkinan perhitungan dan pengukuran. Sejak pertama kali diterapkan dalam bidang retorika dan drama di Yunani kuno, konsep ini menjadi penting. Akun anonim itu benar menyebut kata tersublim, tapi dia berhenti hanya di retorika. Padahal sublim yang sesungguhnya harus naik ke level fisik, moral, dan spiritual.

Yang kami lakukan justru kebalikannya. Ini 3 bukti otentik liputan TVRI Sumatera Utara:

BUKTI 1: SPPG HAMPARAN PERAK KOTA DATAR – Deli Serdang (TVRI 5 Mei 2026)
Dapur SPPG Hamparan Perak Kota Datar 1 harus sesuai SOP yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. Di video ini Kepala SPPG Purnama Dirmansyah menjelaskan standar higienitas adalah paling penting, kualitas dan kuantitas harus sesuai standar, bahkan beralih ke tanaman hidroponik non-pestisida untuk kesehatan anak. Ahli gizi memantau dari sebelum dan sesudah olahan. Kepala SD Negeri 104189 Kota Datar, Edy Susianto, http://S.Pd, menjadi saksi bahwa MBG berdampak positif, menu bervariasi memenuhi unsur gizi, dan siswa bisa menabung uang jajan. Ini aplikasi Pasal 34 UUD 1945.

BUKTI 2: SPPG KARANG BEROMBAK – Kerjasama Hidroponik Sei Mencirim (TVRI 17 April 2026)
SPPG Karang Berombak #1, Kota Medan sengaja keliling mencari bahan berkualitas. Bertemu dengan petani hidroponik Pak Oki di Desa Sei Mencirim. pengelola SPPG Melva Sibarani mengatakan tertarik menjadikan sayur hidroponik sebagai menu MBG untuk membantu petani hidroponik dan memberi menu terbaik untuk kelompok 3B (Balita, Ibu Hamil, Menyusui). Ahli Gizi Irna, http://S.Gz menjelaskan perbedaan bayam organik dan non-organik setelah direbus dan pentingnya sanitasi. Ini aplikasi Pasal 33 UUD 1945 – ekonomi disusun sebagai usaha bersama, bukan ekonomi kapitalis.

BUKTI 3: SPPG SABUNGAN – Labuhan Batu Selatan (TVRI 8 Mei 2026) – 2.274 Porsi Per Hari
Ini bukti hulu-hilir paling lengkap. SPPG Sabungan di Simandiangin Desa Sabungan Kec. Sungai Kanan Labusel, setiap hari memasak 2.274 porsi untuk 8 sekolah. Bahan 100% lokal: Pabrik tahu Desa Sabungan, petani cabai merah, peternak sapi Rubit Andrianto (kontrak 2 ekor per minggu, sudah 14 ekor), budidaya pisang dan ikan nila warga. Peternak Rubit sendiri di TVRI mengatakan ekonominya meningkat karena kerjasama dengan SPPG. Kepala SPPG Andri Kurniawan menegaskan: “Kita ngambil memang di lokal untuk ekonomi masyarakat, bersinergi hilirisasi, membantu meningkatkan ekonomi lokal serta mewujudkan rasa cinta Bapak Presiden

\bukan hanya soal debat narasi. Pancasila adalah ideologi negara yang menjadi titik temu. Ia adalah keindahan tertinggi dari kesepakatan bangsa, yang mulia dan utama.Program Makan Bergizi Gratis atau MBG adalah salah satu upaya untuk menghadirkan kehadiran negara secara fisik dan moral, bukan hanya retorika. Inilah contoh sublim dalam arti nyata, dari gagasan menjadi tindakan untuk rakyat.

KESIMPULAN:
Jika kapitalis itu impor, kami justru kontrak petani lokal. Jika retorika itu hanya ngomong kabinet bayangan di studio, kami sudah ada 3 dapur SPPG, 3 liputan TVRI resmi, dan ribuan piring MBG setiap hari sampai ke mulut anak – anak sekolah.

Tim Editor Nalar Publik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *